Anggun Purnama Mahasiswa FKIP Unpas Ingin Terus Berkontribusi dan Berguna
Anggun Purnama Mahasiswa FKIP Unpas Ingin Terus Berkontribusi dan Berguna

Keterangan Gambar : Anggun Purnama Mahasiswa Jurusan PPKn FKIP Unpas


BANDUNG, WWW.PPKN.FKIP.UNPAS.AC.ID — Dapat memberikan kontribusi penuh kepada yang membutuhkan, memiliki badan usaha dalam pemenuhan kebutuhan pribadi dan umun, serta dapat mengibarkan bendera Indonesia di kancah internasional adalah harapan dari Anggun Purnama.

Maka tidak salah, jika pemuda yang lahir di Majalengka, 27 April 1999 ini pun bercita-cita menjadi pengusaha dan memiliki pendidikan yang berlandaskan cinta bangsa dan negara, karena ia ingin menjadi salah satu pengusaha yang dapat memanfaatkan dan memahami potensi dalam negeri.

“Di samping berkuliah, saat ini saya juga sibuk menjual beli kendaraan diselingi dengan jual beli properti, aktif di beberapa organisasi dan salah satu media di Kuningan Jawa Barat, mendirikan yayasan pendidikan yang fokus mengembangkan pola kecerdasan anak, serta sedang mendirikan tour and travel untuk mengenalkan Indonesia,” tandasnya yang akrab disapa Gugun, Saifullah atau Purnama.

Pemilik motto Hidup berguna mati bahagia ini juga bercerita bahwa ia memiliki beberapa hobi seperti touring, balapan dan menembak.

“Saya senang dengan touring karena dapat lebih bisa menikmati dan mensyukuri hidup. Kemudian balapan, karena saya suka memacu kendaraan dan terinspirasi oleh beberapa pebalap nasional maupun internasional, di samping karena saya dibesarkan di lingkungan pebisnis khususnya bisnis kendaraan. Adapun menembak karena dapat membentuk pribadi yang disiplin dan fokus,” terang mahasiswa semester VI jurusan PPKN FKIP Unpas.

Berbicara tokoh idola, pemuda yang mempunyai tinggi 169 CM ini berkata bahwa ia mengagumi sosok Nabi Muhammad SAW karena menjadi contoh prilaku yang beradab, pemimpin yang baik dan menjadi pribadi yang mencerminkan perdamaian antar manusia.

“Saya juga banyak terinspirasi dari ayah saya sendiri, dengan melihat perjuangannya saya dapat belajar bahwa sebagai lelaki tidak boleh menyerah dan terus berjuang walau tak ada yang memperdulikan. Kemudian Rifat sungkar, karena beberapa cerita beliau yang membuat saya terus menjadi apa yang saya mau,” tandas penyuka warna hitam dan putih serta penfavorit makanan yang dimasak oleh ibunya.

Anak ke dua dari tiga bersaudara ini juga mengungkapkan bahwa hidup yang ia maknai adalah berfikir positif untuk hidup lebih tenang dan paham kalau dunia bukan segalanya.

“Saya juga selalu bersemangat dalam menjalani hidup karena mengingat orang tua, dan juga orang-orang yang membutuhkan yang selalu membuat saya ingin terus berjuang,” pungkasnya. (Adm)