BEM FKIP Unpas Bakti Sosial ke Cimanggung Sumedang
BEM FKIP Unpas Bakti Sosial ke Cimanggung Sumedang

Keterangan Gambar : Bakti Sosial BEM FKIP Unpas "trauma healing kepada anak-anak korban bencana longsor "


SUMEDANG, FKIP.UNPAS.AC.ID — Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Pasundan menggelar Bakti Sosial di Posko Bencana Longsor Cimanggung, Kabupaten Sumedang, pada Rabu (27/1/2021).

Ketua umum BEM FKIP Unpas,  Muhammad Fahruddin menyampaikan bahwa tema dari bakti sosial ini adalah "kindness for happines" yaitu kebaikan untuk kebahagian yang artinya melakukan aksi kemanusiaan dengan memberikan suatu kebaikan yang melahirkan kebahagiaan.

“Kita memang tidak bisa menghilangkan beban masyarakat desa Cimanggung Kabupaten Sumedang tapi setidaknya kita selaku mahasiswa yang merupakan makhluk sosial bisa meringankan beban warga desa di sana,”  terang mahasiswa jurusan PPKN semester VII ini.

Adapun peserta yang mengikuti bakti sosial ini adalah pengurus BEM FKIP Unpas, Wakil Dekan III FKIP Unpas Drs. Dindin M.Z.M, M.Pd. beserta staf dan delegasi dari program studi diantaranya program studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, program studi Pendidikan Ekonomi, program studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, program studi Pendidikan Bologi, program studi Pendidikan Matematika, serta program studi Pendidikan Guru Sekolah dasar.

“Kegiatan acara di mulai dari penyerahan dana hasil donasi, sembako, dan alat mandi kepada ketua BPD Desa Cihanjuang, dilanjutkan adanya trauma healing kepada korban bencana longsor, tujuannya untuk memberikan semangat pasca trauma kepada anak anak yang terdampak, trauma healing ini berupa fun games,” urainya.

Dalam fun games atau kuis ini terang Fahruddin, setiap peserta yang bisa menjawab akan di berikan hadiah.

“Respon anak anak di posko bencana pun sangat antusias dalam mengikuti kegiatan trauma healing karena memang selain tujuan kita untuk berdonasi secara materil tapi juga berdonasi secara psikologis yang dapat mengurangi rasa trauma terhadap apa yang mereka alami,” tandasnya.

Fahruddin menambahkan bahwa kegiatan ini penting dilakukan karena kebutuhan pengungsi tidak hanya sebatas sandang dan pangan tapi juga bagaimana para korban bisa bangkit kembali.

“Harapan dari kami kegiatan ini bisa memberikan dampak positif bagi warga desa yang terkena bencana dan meningkatkan rasa kepedulian kita terhadap sesama, kami pun dari BEM FKIP Unpas tidak akan berhenti sampai disini, kita akan terus memberikan kebermanfaatan untuk sesama, melihat bencana yang kian silih berganti, kami pun akan tetap membuka donasi untuk BEM FKIP Unpas peduli nusantara,” pungkasnya. (adm)